oleh

Peringati Tragedi Walmas Berdarah, Imwal Tolak Luteng Jadi Jualan Politik

RADARLUWURAYA – Proses pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kanupaten Luwu Tengah telah melalui proses yang panjang. Bahkan tragedi walmas berdarah menghiasi proses perjuangan masyarakat Walenrang Lamasi (Walmas) untuk mewujudkan hadirnya Kabupaten Luwu Tengah yang menjadi cita-cita Luhur masyarakat Tana Luwu.

Tragedi Walmas berdarah adalah peristiwa hilangnya nyawa salah seorang aktivis Walmas yang ikut dalam demonstrasi akbar pembentukan Luwu Tengah pada 12 November 2013 silam. Tragedi walmas berdarah sejak tahun 2014 mulai diperingati sebagai hari perjuangan masyarakat Walmas untuk pemekaran Kabupaten Luwu Tengah.

BACA JUGA : FKJ: Setitik Darah Sangat Berarti Bagi Mereka

Jelang Peringatan tragedi Walmas Berdarah tahun ini, sejumlah spanduk mulai beredar di Wilayah Utara Tana Luwu ini. Di media sosisal spanduk yang bertulis ‘Stop jadikan pembentukan Luwu Tengah sebagai Jualan Politik dan Menolak Lupa Tragedi Walmas Berdarah pada tanggal 12 November 2013 silam’ mulai beredar. Foto spanduk yang terpasang di jembatan Batustanduk itu diunggah melalui akun Facebook atas nama Sugesti.

Ketua umum Ikatan Mahasiswa Walenrang Lamasi (Imwal), Iswandi saat dikonfirmasi membenarkan adanya spanduk tersebut terpasang di Walmas. Menurutnya, itu adalah salah satu cara Aktivis Walmas dalam memperingati Tragedi Walmas Berdarah.

BACA JUGA : Tabrakan Truk Tangki vs Sepeda Motor, Siswa SMA Meninggal di TKP

”Tragedi ini sudah jadi keharusan bagi Pengurus Pusat (PP) Imwal untuk diperingati setiap tahunnya. Spanduk tersebut adalah awal gerakan dalam menyambut tragedi walmas,’ kata Iswandi, Kamis (8/11/18).

PP Imwal menurutnya akan melakukan gerakan pembanjiran spanduk bertuliskan ‘pemekaran luwu tengah dan jangan DOB Loteng dijadikan jualan politik’.

”Masyarakat Walmas sangat berharap kepada pemerintah agar DOB Luwu Tengah bisa segera dibentuk. Kami juga mendesak eksekutif maupun legislatif Kabupaten Luwu agar kiranya membentuk panitia khusus dalam mengkaji wilayah Walmas agar pembetukan DOB segera dilakukan,” harapnya.

BACA JUGA : Sumber Air Bersih Diserobot Swasta, Warga Curhat ke Anggota Dewan

Selain itu, ia menegaskan agar para oknum politisi tidak menebar janji pemekaran Luteng bagi masyarakat Walmas di perhelatan pileg & pilpres 2019 mendatang.

”Intinya masyarakat yang berjumlah sekitar 100 ribu jiwa sangat mengharapkan pemekaran DOB. Dan jangan jadikan pembentukan DOB luwu tengah dijadikan jualaan politik,” tegasnya. (john)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *