oleh

Pemkab Lutra Jajaki Kerjasama dengan Perusahaan Pengolah Limbah

RADARLUWURAYA – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara saat ini tengah menjajaki kerjasama dengan perusahaan pengolah limbah, dalam hal ini adalah limbah kelapa sawit. Rencana kerjasama itu terkuak dalam pertemuan antara Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dengan Direktur PT Rekadaya Multi Adiprima, Farri Aditya, di Jakarta, Kamis (8/11/18).

PT Rekadaya Multi Adi Prima adalah sebuah perusahaan yang mengolah berbagai macam limbah perkebunan dan industri, seperti kelapa sawit, menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.

“Kita sangat merespon apa yang dipaparkan PT  Rekadaya Multi Adi Prima, terkait produk olahan dari limbah industri perkebunan seperti serabut kelapa dan tandan kosong kelapa sawit, serta limbah tekstil yang mereka olah menjadi berbagai macam produk olahan yang bernilai ekonomi tinggi,” ujar Indah di hadapan pihak perusahaan.

Orang nomor satu di Kabupaten Luwu Utara ini kemudian memerintahkan Perangkat Daerah teknis, dan Perangkat Daerah terkait lainnya lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara untuk segera mengkaji dan menindaklanjuti pertemuan tersebut serta menyiapkan draft perjanjian kerjasamanya (MoU).

Sementara itu, Kepala Bidang Kajian Inovasi dan Teknologi Balitbangda Luwu Utara, Awaluddin Andi Paso, dalam pertemuan tersebut memberikan informasi kepada pihak perusahaan bahwa Luwu Utara memiliki potensi perkebunan yang luar biasa, khususnya kelapa sawit.

“Luas kelapa sawit kita lebih 18.000 hektar dan didukung satu pabrik pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton per jam atau 400 – 600 ton,” papar Awal.

Sementara itu, Direktur PT Rekadaya Multi Adiprima, Farri Aditya, dalam pemaparannya di hadapan Bupati, menjelaskan bahwa perusahaannya telah melakukan berbagai kerjasama dengan beberapa Kementerian, Pemerintah Daerah, hingga Pemerintah Desa untuk mengolah limbah serabut kelapa menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.

“Bentuk produk olahan kami dari limbah industri perkebunan seperti serabut kelapa dan tandan kosong kelapa sawit, serta limbah tekstil yang kita olah menjadi berbagai macam produk yang tentunya memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi,” kata Farri.

Khusus serabut kelapa, dapat diolah menjadi berbagai produk antara lain bahan baku spring bed, furniture, dan vertical garden pada gedung. Bahkan serat kelapa menjadi bahan baku spare part kendaraan, antara lain moult atau bak kendaraan truck atau double cabin Mercedes Benz dan bagian interior antara lain carpet dashboard berbagai merek kendaraan.

Audiensi dan Persentasi yang dilakukan PT Rekadaya Multi Adiprima dengan Bupati Luwu Utara adalah tindak lanjut dari hasil Rapat Koordinasi yang dilaksanakan Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sulawesi Selatan pada 30 Agustus 2018 yang dihadiri oleh Perwakilan dari Balitbangda Kabupaten/Kota Se Sulawesi Selatan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *